Beranda Priangan Timur Garut D'Ragam Kembali Turun ke Jalan, Tuntut Bupati Mundur Dengan Ikhlas dan Akan...

D’Ragam Kembali Turun ke Jalan, Tuntut Bupati Mundur Dengan Ikhlas dan Akan Laporkan T-GARAM

GARUT, Pewaris Padjadjaran

Dekrit Rakyat Garut Menggugat (D’RAGAM) kembali berunjuk rasa dalam upaya mendesak Bupati dan Wakil Bupati Garut untuk mundur dari jabatannya, Kamis (6/1/2022). Aksi damai kali ini bertemakan “Memohon Bupati dan Wakil Bupati Garut Untuk Mundur dari Jabatannya dengan Ikhlas, Karena Alam Sudah Murka dan Tidak Menerima”.

Aksi dibagi ke dalam tiga lokasi dengan waktu bersamaan, yaitu di depan Kantor Bupati, Pendopo dan Kantor Bank BJB Cabang Garut.

Adapun alasan yang mendasari tuntutan tersebut dituangkan dalam pernyataan sikap di antaranya:

  1. Gagal meningkatkan taraf hidup masyarakat, dibuktikan dengan rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang menempati peringkat ke-25 dari 27 kab/kota di Jabar;
  2. Gagal melayani publik dengan maksimal dalam pendidikan, kesehatan dan pencatatan sipil;
  3. Gagal mengelola lingkungan dan sarana umum;
  4. Gagal mengelola keuangan daerah dengan efektif, efisien dan produktif;

Bahkan Bupati Garut diduga:

  1. Melawan hukum dgn melakukan praktik KKN dan penyalahgunaan wewenang untuk kepentingan pribadi dan keluarganya;
  2. Abai dan turut serta dalam perusakan lingkungan;
  3. Melanggar sumpah janji jabatan, dengan meninggalkan daerah saat masih berlangsung tanggap darurat bencana;

Selain orasi dan aksi teatrikal, di kantor BJB dilakukan audiensi untuk meminta klarifikasi dari Manajemen BJB terkait pernyataan Bupati Garut memiliki kredit sebesar enam belas miliar rupiah yang ditandatangani Bupati Garut.

Dalam kesempatan itu, manajemen BJB menyampaikan, bahwa yang menjadi Debitur bukan Bupati pribadi, melainkan keluarganya yang merupakan Direksi PT. Medika Medina Gunawan. Sedangkan Bupati merupakan penjamin kredit karena dia merupakan pemilik agunan dari perjanjian kredit antara BJB dengan PT. Medika Medina Gunawan, yang salah satu bidang usahanya Rumah Sakit Medina.

“Ini kan conflict of interest dari penyelenggara negara. Dalam hal ini diduga Bupati Garut menunjuk Rumah Sakit Medina sebagai salah satu rumah sakit darurat Covid-19 sebagai upaya Nepotisme dan penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan diri atau keluarganya. Indikasinya bahwa bupati merupakan pemilik agunan yang menjaminkan Rumah Sakit Medina dalam perjanjian kreditnya dengan BJB,” ujar Zamzam juru bicara D’RAGAM.

Ada yang menarik dari aksi D’RAGAM kali ini, yaitu meluasnya kabar akan adanya aksi tandingan dari Aliansi T-GARAM yang merupakan pendukung Bupati. Namun rencana aksi tandingan di hari yang sama tersebut tidak terjadi.

Ketika dimintai pendapat, Zamzam selaku Jubir D’RAGAM menyampaikan,

“Kita akan laporkan T-GARAM dan pihak-pihak yang telah menyebarluaskan rencana aksi tandingan tersebut atas pelanggaran Undang-Undang ITE, disebabkan yang bersangkutan diduga menyebarkan berita bohong yang meresahkan masyarakat serta ujaran kebencian yang berpotensi memicu konflik horizontal.

Ketika kita konfirmasi ke pihak Polres Garut, tidak ada surat pemberitahuan aksi seperti yang tersebar di berbagai media massa;” tegasnya.

“Selain itu, tuduhan aliansi T-GARAM tentang adanya peserta aksi D’RAGAM yang berasal dari luar Garut tidak benar dan fitnah. Seluruh peserta aksi D’RAGAM itu orang Garut. Apalagi mereka mengancam akan memperlakukan D’RAGAM seperti kejadian Karawang tempo hari yang menelan korban jiwa. Itu perbuatan provokatif dan intimidatif. Ini tidak benar,” sambungnya.

Unjuk rasa di Pendopo Bupati dibuka dengan kesenian dan pencak silat. Aksi teatrikal tak kalah menarik dipertontonkan kepada masyarakat Garut dengan menuliskan aspirasi di Kain Kafan menggunakan Tinta Darah dari Ketua Umum DPP LSM PMPR Indonesia bertuliskan “Bupati Garut Mundur Dengan Iklhas” dan pembubuhan tandatangan para peserta aksi serta dipajang sebagai cendramata di Gerbang Pendopo.

Massa aksi membubarkan diri dengan damai pada pukul 15.00 WIB dan kembali ke titik kumpul pertama. (Umar).

RELATED ARTICLES

Banjarwangi Berduka Bencana Alam Tanah Longsor

Garut Pewaris Padjadjaran. .Telah terjadi bencana alam tanah longsor pada Kamis 25/04/2024,yang terjadi di Kp Sirnagalih Desa Talagajaya Kecamatan Banjawangi. Salah seorang tokok masyarakat H.Uloh yang...

Hamsa Trevel Pameungpeuk Gelar Halal bihalal

Garut Pewaris Padjadjaran Sedikitnya 116 orang alumni Umroh Hamsa Pameungpeuk gelar acara silturahmi,sekaligus halalbihalal pasca Hari Raya Idul Fitri 1445 H.bertempat di GOR PGRI Pameungpeuk,pada...

Pelayanan PLN ULP Cikajang Rugikan Masyarakat

Garut, Pewaris Padjadjaran Elektronik milik warga 3 RT di Desa Jayamukti Kecamatan Cihurip Kabupaten Garut rusak parah akibat arus listrik yang tidak setabil, 3 RT...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Soroti Kejati Jabar Dalam Kasus Korupsi Pasar Cigasong Majalengka, Lsm Pemuda Akan Prapid Kejati Jabar Terkait Tersangka M Yang Belum Ditahan

Bandung, Pewaris Padjadjaran Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Kinerja Pemerintah Pusat dan Daerah (LSM PEMUDA) soroti langkah Kejaksaan Tinggi Jawa Barat yang belum menahan tersangka M...

PIHAK WISATA SARI ATER MENGSUPORT OPENING MORE WISATA ALAM CURUG GO’ONG SERANG PANJANG SUBANG

Subang, Pewaris Padjadjaran Opening More coffe Curug Go’ong yang Wisata alam dari wilayah desa cijengkol kecamatan Serang panjang Acara tempat curug go"ong serang panjang subang...

GRADUATION 2024 ” KEEP THE ENTHUSIASM TO ACHIEVE YOUR GOAL”JAGA SEMANGAT UNTUK MENCAPAI TUJUAN ANDA SMK NEGERI 1 KADIPATEN

Majalengka, Pewaris Padjadjaran Usai melaksanakan Pendidikan Selama 3 Tahun, akhirnya Siswa Kelas X11 SMKN 1 Kadipaten Kecamatan Kadipaten Kabupaten Majalengka resmi dilepas dan diwisuda oleh...

GEBYAR HARDIKNAS HIMPAUDI KECAMATAN JATIWANGI

Majalengka, Pewaris Padjadjaran Dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional (hardiknas) yang jatuh pada tanggal 2 mei HIMPAUDI kecamatan jatiwangi mengadakan acara Gebyar HARDIKNAS sekecamatan jatiwangi...

adapazarı escort Eskişehir escort bayan