Beranda Seputar Jabar Priangan Timur Pelaksanaan Proyek Penunjang Cigendel-Haurgombong Sumedang Lewat Batas Waktu Dan Perlu Di Audit

Pelaksanaan Proyek Penunjang Cigendel-Haurgombong Sumedang Lewat Batas Waktu Dan Perlu Di Audit

120
0

Sumedang, Pewaris Padjadjaran

Pelaksanaan proyek Penunjang pemeliharaan ruas jalan Cigendel – Haurgombong yang dilaksanakan oleh CV.  Faeyzha Ghanim dengan anggaran Rp. 934.134.000, seharusnya di desa Cigendel Kecamatan Pamulihan ini di tulis di papan proyeknya lokasinya di desa Cinanjung Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang dan tanggal batas waktu pelaksanaannya itu sudah terlewat di situ tertulis tanggalnya terhitung 24 September 2021 sampai 07 Desember 2021 dan sekarang sudah akhir Desember yaitu tanggal 28 Desember 2021 belum juga selesai.

Ketika Tim menanyakan ke para pekerja di lapangan mereka tidak bisa memberikan jawaban dengan alasan hanya pekerja saja, dan ketika tim melihat lapangan proyek pengecoran katanya untuk menanggulangi bahaya longsor jalan dan dalam pembesian menggunakan besi 10 banci, serta pekerjaan pengecoran seperti tidak ada alas coran pelaksana yang memenangkan pekerjaan tersebut adalah CV. Faeyzha Ghanim yang berkantor di Dusun Cipaku desa Sukamaju kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis.

Kemudian PPJ menanyakan ke Kepala Desa Cigendel Mulyana melalui telp Whatsap nya menjawab bahwa pekerjaan tersebut katanya untuk menanggulangi bahaya longsor dan memang sudah mulai terlihat retakan dan jalan amblas.

Ketika ditanya mengenai alamat pekerjaan dirinya pun tidak mengetahui apa salah tulis atau memang dipindah titik pekerjaanya.

” Saya tidak mengetahui apakah pekerjaan salah ketik atau di pindah dari desa Cinanjung Kecamatan Tanjungsari ke Desa Cigendel Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang dan mengenai proyek tersebut memang dalam papan proyek sudah terlewat yaitu tanggal 07 Desember 2021.”Tutur Mulyana.

Selanjutnya tim menemui salah seorang warga desa Cigendel yang kediamannya persis dibawah proyek pekerjaan tersebut yaitu Keluarga Almh Ibu Iya dan Bapak Oneng yang mengaku merasa di rugikan karena lahannya terpakai proyek pengecoran tersebut dan katanya pihak keluarga sudah meminta ke pelaksana untuk meminta ganti rugi namun sampai sekarang belum ada realisasinya.


” Kalau Bapak Oneng memang mau merelakan lahannya terpakai sampai batas pohon bambu namun keluarga lainnya merasa keberatan karena lahan tersebut merupakan lahan waris yang belum di bagikan jadi memutuskan untuk meminta ganti rugi berupa uang.” Ujar Novi anak menantu dari almh Ibu Iya.


” Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan apakah akan di ganti atau tidaknya pihak nya belum mendapat berita.” Imbuh Novi di kediamannya.


“Pihak keluarga ingin kejelasan apakah pihak dinas maupun pelaksana mau mengganti lahan milik warga.” Pungkasnya.


Kalau melihat dari papan informasi proyek memang tertulis pelaksanaan proyek pemeliharaan ruas jalan tersebut harus selesai tanggal 07 Desember namun sampai berita ini di turunkan belum mendapat informasi apakah memang ada masa tenggang penambahan waktu, atau memang pihak Dinas terkait sudah melayangkan teguran dari dinas PUPR Sumedang dan pihak konsultannya.(Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here