Beranda Cekungan Bandung Kota Bandung Gubernur Jabar Resmikan RSUD Pandega Pangandaran Secara Virtual

Gubernur Jabar Resmikan RSUD Pandega Pangandaran Secara Virtual

151
0

Foto documen Humas Pemprov Jabar

Bandung, PPJ
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran secara virtual melalui Video Conference dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Sabtu (4/4/20).

Emil, sapaan Ridwan Kamil, juga sekaligus  memberikan nama RSUD tersebut dengan nama Pandega, yang merupakan kata singkatan dari ‘Pangandaran Sehat dan Bahagia’. Dalam bahasa Sunda, ‘pandega’ juga memiliki makna ‘yaitu menjaga’.

“Pandega juga artinya seperti ‘yang menjaga’. Mudah-mudahan rumah sakit ini menjadi Pandega menjaga kesehatan warga Pangandaran,” Ungkap Emil.

Masih menurut Emil, Dirinya juga mengimbau agar Pemkab Pangandaran segera menyiapkan RSUD Pandega dalam menghadapi pandemi Covid-19.dan Emil minta pengelola rumah sakit segera menyediakan satu lantai khusus untuk merawat dan menangani pasien COVID-19.

“Segera manfaatkan rumah sakit itu dalam kondisi ini. Saya lihat rumah sakitnya bagus sekali. Sekarang konversi saja jadi RS Covid-19 dulu. Tolong segera gunakan, siapkan satu lantai minimal untuk Covid-19,” Tegasnya.

Sementara itu, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, RSUD Pandega dibangun selama dua tahun dan menghabiskan dana sekitar Rp400 miliar dari APBD kabupaten dan provinsi. Kehadiran RSUD Pandega menurutnya akan memudahkan warga Pangandaran mengakses pelayanan kesehatan. Selama ini, warga Pangandaran lebih memilih berobat ke rumah sakit di Banyumas dan Purwokerto, Jawa Tengah, karena jaraknya lebih dekat. Sementara rumah sakit terdekat di Jabar ada di Kota Banjar berjarak 67 kilometer dan Kabupaten Ciamis berjarak 93 kilometer.

“Di sini kebanyakan (warga) berobat ke Jawa Tengah, ke Banyumas dan Purwokerto. Mudah-mudahan sekarang dengan dioperasikan rumah sakit ini akan menjadi fasilitas (pelayanan kesehatan) masyarakat Pangandaran,” ungkap Jeje.

Adapun RSUD Pandega Pangandaran diketahui memiliki 170 ruang tempat tidur perawatan, layanan fisioterapi, layanan persalinan, perawatan anak, PCU, poliklinik, hingga gudang farmasi. Untuk Covid-19, Jeje menyediakan enam ruang isolasi pasien. (Ateng Jaelani).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here