Majalengka, Pewaris Padjadjaran
Pendidikan pemilih pemula bagi siswa SMA adalah program sosialisasi oleh KPU dan instansi terkait untuk membekali siswa SMA tentang demokrasi, pemilu, dan peran mereka sebagai warga negara agar menjadi pemilih cerdas, kritis, serta bertanggung jawab, dengan fokus pada pemahaman visi-misi calon, menghindari hoaks & politik uang, serta berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi untuk membangun kualitas demokrasi Indonesia. Kegiatan ini biasanya meliputi materi tentang demokrasi, asas pemilu, cara menjadi pemilih cerdas, dan dibalut dengan diskusi interaktif. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menyasar pemilih pemula khususnya kalangan pelajar sebagai sasaran kegiatan pendidikan demokrasi dalam rangka menghadapi Pemilu 2029.
“Pemilih pemula menjadi fokus dalam sasaran program kegiatan pendidikan pemilih di sekolah-sekolah,” kata Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Majalengka Deden Syarifudin di Kadipaten, Majalengka, jumat pagi.
Oleh karena itu, kata dia, KPU Kabupaten Majalengka hadir sebagai narasumber dalam kegiatan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kadipaten pada hari jumat (12/12).
Dalam kegiatan bertema “PENDIDIKAN PEMILIH KELOMPOK PEMILIH PEMULA BERSAMA SISWA – SISWI SMA NEGERI 1 KADIPATEN” yang diikuti sekitar 150 peserta didik baru tersebut, pihaknya berupaya memberikan pendidikan demokrasi sejak dini terutama dalam menghadapi Pemilu 2029.

“Jadi, mereka yang hari ini berusia 15-16 tahun itu sangat penting diajarkan tentang demokrasi termasuk tentang pemilu sejak dini agar nanti ketika usianya 17 tahun siap menjadi pemilih,” katanya.
Ia mengatakan kesiapan tersebut berupa memiliki identitas kependudukan dalam bentuk kartu tanda penduduk elektronik yang menjadi syarat untuk memberikan suara atau hak pilih.Selain itu, mereka diharapkan menjadi pemilih yang cerdas, yakni memilih berdasarkan visi, misi, dan program calon yang akan dipilih serta tidak tergiur oleh praktik politik uang.”Pemilih yang cerdas adalah mereka yang tidak asal memilih, tapi tahu arah dan tujuan calon yang akan dipilih,” katanya menegaskan.
Oleh karena itu, pihaknya mengajak seluruh peserta siswa – siswi 1 kadipaten untuk menyerukan tagline bersama “Pemilih Cerdas, Demokrasi Berkualitas”, sebagai bentuk komitmen awal terhadap demokrasi yang sehat dan berintegritas.
Ia mengakui kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih yang diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Majalengka belum menyasar siswa sekolah menengah pertama (SMP) maupun madrasah tsanawiyah (MTs) yang notabene saat Pemilu 2029 telah berusia 17 tahun.
Kendati demikian, pihaknya siap menjadi narasumber dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa SMP/SMA/SMK maupun bagi siswa MTs/MA lainnya.
“Bisa juga melalui kegiatan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), kami berikan pemahaman seputar demokrasi yang ringan-ringan, terutama yang terkait dengan pemilu,” kata Deden.
Hadir membuka kegiatan tersebut, Wakil Bupati Dena Muhamad Ramdhan Kabupaten Majalengka, menuturkan bahwa pendidikan politik bagi pemilih pemula merupakan langkah penting dalam membangun generasi muda yang cerdas secara politik dan cinta tanah air. Ia mengajak para pelajar untuk tidak mudah terprovokasi serta mampu memilah informasi politik yang benar.
“Mereka kita ajak untuk tetap tidak terprovokasi dan cinta tanah air sehingga mengerti apa arti pemilu dan mereka harus terlibat di dalam dunia politik ini. Kami memberikan pendidikan dasar kepada mereka agar tidak mendapatkan wawasan tentang politik dari sumber-sumber yang tidak kompeten,” tuturnya.
Wabup Dena mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Majalengka menunjukkan keseriusannya dalam membangun kesadaran politik masyarakat muda. Melalui kegiatan semacam ini, generasi muda diharapkan dapat memiliki pendidikan politik yang cukup, memahami sistem demokrasi, serta tidak apatis terhadap proses politik di Indonesia.
“Pemkab serius dan memberikan kepeduliannya kepada generasi muda agar mereka mempunyai pendidikan politik yang cukup dasar tetapi membuat mereka paham dunia politik,” sambungnya.
Acara tersebut di hadiri langsung oleh Ketua KPU Teguh Fajar Putra Utama ,Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramadhan, Camat Kadipaten Mumu Muhidin S.H.,M.H. Kapolsek Kadipaten AKP Budi Wardana S.Pd. (A. Kurniawan).