Beranda Priangan Timur Garut Seorang Jurnalis Garut di Ancam Oknum ASN Bawa Samurai

Seorang Jurnalis Garut di Ancam Oknum ASN Bawa Samurai

257
0

GARUT, Pewaris Padjadjaran

Aksi intimidasi terhadap  jurnalis kerap terjadi ditanah air kita, lagi-lagi seorang jurnalis dikabupaten Garut, mendapat ancaman dari oknum oknum Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ancaman dan intimidasi tersebut belum diketahui apa motifnya, namun korban( jurnalis-red) mengaku diintimidasi menggunakan senjata tajam, dan dicegat di tengah jalan.

Heru Sugiman (50), merupakan seorang profesi kuli tinta di Garut, membenarkan mendapat intimidasi keras yang diduga dilakukan oknum ASN.


Hal itu dilakukan di rumahnya, yaitu di Kampung Citangtu, Desa Citangtu, Kecamatan Pangatikan, Garut, pada Rabu (18/1/2023) lalu dan korban telah melaporkan atas kejadian tersebut ke pihak kepolisan pada Selasa (24/1/2023), tandasnya

“Atas kejadian ancaman dan intimidasi oleh oknum ASN. Saya sudah laporkan kepihak penegak hukum, sudah diperiksa dan di BAP juga,”kata Heru, Rabu (26/01/2023), melalui pesan whatssapnya

Korban menceritakan, kejadian aksi intimidasi itu terjadi saat dirinya sedang berada di rumah.

Pelamu datang ke rumah tanggal 18, Rabu malam, seraya mengetuk pintu sambil menyuruh keluar dan sambil bicara kasar. Jadi sempat dilihat disekat kaca pintu. Kemudian ia bicara ‘sia anjing inget keneh ka aing’ (kamu anjing masih ingat kepada saya). Dari situ saya langsung lari dari rumah,”tambahnya.

Heru menjelaskan tidak hanya kejadian tersebut, bahkan keesokan harinya, kembali mendapat ancaman pada Kamis (19/1/2023).

Heru menerangkan dirinya dicegat di jalan Desa Citangtu saat hendak pulang ke rumah, dan pelaku menggunakan kendaraan Plat merah.
“jadi dia papasan pakai mobil, kasih lampu dulu kepada saya, kan saya pakai motor, kemudian dia pepet saya. Terus turun dari mobil. Anda tantang ribut, terus dia bilang ‘model kamu tiga orang’. Terus si pelaku mengambil samurai dari mobil, lalu melempar samurai ke tanah sambil dia bawa semacam senjata panjang,” tandasnya.

Dia berharap polisi untuk segera mengusutnya, sebab melakukan ancaman terhadap jurnalis maupun kepada warga lainnya adalah tetap melanggar Undang Undang, pungkasnya
(DB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here